Depok, (BS) - Hari Santri Nasional, yang diperingati setiap tahun, bukan sekadar seremonial belaka. Bagi banyak pihak, termasuk politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Qonita Lutfiyah, momentum ini memiliki makna historis yang mendalam. Hari tersebut menjadi pengingat akan peran vital para santri dan ulama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Esensi Hari Santri tak dapat dipisahkan dari Resolusi Jihad yang digelorakan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Fatwa tersebut membakar semangat juang para santri dan umat Islam untuk melawan penjajah, menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Qonita Lutfiyah menekankan bahwa peringatan Hari Santri harus menjadi ajang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Semangat cinta tanah air, rela berkorban, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama menjadi pondasi utama dalam membangun bangsa yang beradab dan bermartabat.

Lebih lanjut, Qonita Lutfiyah mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk meneladani semangat perjuangan para santri dan ulama. Di era globalisasi yang penuh tantangan ini, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk menjaga identitas bangsa dan menangkal berbagai pengaruh negatif.

Peran santri dan ulama tidak hanya terbatas pada perjuangan fisik melawan penjajah. Mereka juga berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan penyebaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional telah melahirkan banyak tokoh penting yang berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

Dalam konteks kekinian, santri diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. Mereka harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang muslim yang taat dan berakhlak mulia.

Selain itu, santri juga harus memiliki kepedulian terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Mereka harus mampu memberikan solusi yang konstruktif dan berkontribusi dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peringatan Hari Santri juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar santri, ulama, dan seluruh elemen bangsa. Dengan bersatu padu, bangsa Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan meraih cita-cita kemerdekaan yang sejati.

Qonita Lutfiyah berharap agar pemerintah dan masyarakat dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya. Dukungan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan santri-santri yang berkualitas.