BOGOR, (BS) – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) menghadirkan inovasi hunian bertajuk Imah DPKPP dalam ajang pameran tahun 2025. Konsep ini tidak hanya ditujukan sebagai solusi cepat tanggap bagi korban bencana, tetapi juga sebagai alternatif hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Penata Layanan Operasional DPKPP Kabupaten Bogor, Rifqi, menjelaskan bahwa Imah DPKPP merupakan pengembangan dari konsep rumah darurat yang pernah ditampilkan dalam Bogor Fest 2023.

"Jika tahun sebelumnya kami menampilkan struktur dasar rumah korban bencana, tahun ini kami hadirkan rumah yang sudah selesai secara menyeluruh, termasuk bagian finishing-nya," ujar Rifqi, Sabtu (xx/6/2025).

Pembangunan Kilat Berbasis Sistem Knockdown

Salah satu keunggulan utama Imah DPKPP adalah penerapan struktur Risa knockdown system berbasis baut, yang memungkinkan proses pembangunan rampung hanya dalam dua minggu. Teknologi ini dirancang agar rumah dapat dirakit secara cepat dan efisien di lokasi terdampak bencana.

Pembangunan hunian ini juga menggandeng sektor swasta, yakni PT Anugrah Jaya sebagai mitra aplikator. Perusahaan ini menyuplai berbagai komponen utama seperti platform, panel dinding (wall panel), hingga vinil interior.

🏘️ Akses Rumah Subsidi untuk Masyarakat Umum

Tak hanya untuk penanganan pasca-bencana, Imah DPKPP juga menjadi bagian dari program penyediaan rumah subsidi untuk masyarakat umum dalam rangka mendukung program nasional "3 Juta Rumah" dari Kementerian PUPR.

Kabupaten Bogor sendiri mendapatkan kuota 1.000 unit dari total 10.000 unit rumah subsidi yang dialokasikan untuk Provinsi Jawa Barat. Pendataan dilakukan melalui stand DPKPP di lokasi pameran, atau secara daring melalui tautan Google Form setelah memilih lokasi rumah di situs resmi sikumbang.tapera.go.id.