Bogor, (BS) - Gelombang kekecewaan membanjiri Parungpanjang. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pagedangan melayangkan kritik tajam terhadap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bogor, Bayu Rawanto. Pemicunya? Pernyataan Kadishub yang berencana mempolisikan warga yang berani memprotes penegakan jam tayang truk tambang di wilayah perbatasan Tangerang - Bogor. Sikap ini dinilai arogan dan jauh dari citra seorang pejabat publik yang seharusnya melindungi dan mendengarkan suara rakyat.
Sebagai seseorang yang sehari-hari bergelut dengan kemacetan dan debu yang ditimbulkan truk-truk tambang ini, saya merasakan betul bagaimana aktivitas ini merampas kenyamanan dan kesehatan warga. Harapan masyarakat untuk jalanan yang lebih tertib justru dibalas dengan ancaman. Luka ini terasa begitu dalam.
Reaksi keras pun bermunculan, menganggap tindakan Kadishub sangat tidak bijaksana. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan penengah, bukan malah memperburuk suasana yang sudah panas.
"Kami sangat menyesalkan sikap Kadishub. Seharusnya pemerintah hadir memberikan jalan keluar atas persoalan ini, bukan malah mengintimidasi dengan ancaman hukum," kata Saeful Millah Ketua KNPI Kecamatan Pagedangan pada wartawan, Rabu (17/9/2025).
Saeful menambahkan, warga Legok, Pagedangan, dan Parungpanjang sudah lama menderita akibat lemahnya pengawasan terhadap jam operasional truk tambang. Aksi protes mereka adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi transportasi yang semrawut.
"Kalau masyarakat menyampaikan aspirasi lalu diancam dipolisikan, ini berbahaya bagi demokrasi. Kami minta Bupati Bogor segera mengevaluasi kinerja Kadishub," tegasnya.
KNPI Pagedangan, bersama elemen pemuda lainnya, bertekad untuk terus mengawal isu krusial ini. Tujuan mereka satu: memastikan masyarakat tidak menjadi korban dan komunikasi antara pemerintah dan warganya terjalin harmonis, tanpa ada unsur paksaan.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kemarahan warga Tangerang yang mengenakan seragam Karang Taruna Desa Cirarab kepada petugas Dishub Kabupaten Bogor di jembatan Malang Nengah, perbatasan Tangerang-Bogor, viral di media sosial. Insiden ini menjadi puncak kekesalan warga yang merasa diabaikan.
KNPI Pagedangan berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera turun tangan, duduk bersama perwakilan masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Dialog yang jujur dan terbuka, bukan ancaman, adalah kunci untuk menyelesaikan masalah ini. Warga hanya ingin didengar dan diperlakukan dengan hormat. (Hjd)

