Bogor, (BS) - Senin kelabu menyelimuti Kampung Blok Paris, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Bogor. Api dengan ganas melahap Pondok Pesantren Darul Iptida, meninggalkan puing dan duka mendalam bagi para santri.
Kepala Desa Parakanmuncang, Mauludin, dengan nada prihatin membenarkan peristiwa pilu tersebut.
"Iya, kejadian Senin kemarin, kurang lebih jam 9," ungkap Mauludin dikonfirmasi, Selasa (21/10).
Menurutnya, kobaran api begitu cepat membesar karena bangunan Darul Iptida didominasi material kayu dan bambu yang mudah terbakar. Saya membayangkan bagaimana paniknya para santri dan pengurus pesantren saat api mulai berkobar.
Informasi yang dihimpun dari lingkungan pesantren menyebutkan bahwa tidak ada yang menyadari kemunculan api hingga akhirnya membesar dan meratakan bangunan dengan tanah. Bangunan yang ludes terbakar adalah kobong, tempat para santri biasa belajar dan beristirahat.
"Bangunan yang terbakar itu yang biasa digunakan santri atau yang biasa disebut kobong," kata Mauludin.
Namun, semangat gotong royong dan kepedulian segera bangkit. Pemdes Parakanmuncang, para santri, dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api. Satpol PP, Babinsa, dan pihak kepolisian pun segera tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman dan pengamanan.
Fokus utama saat ini adalah bagaimana membangun kembali fasilitas keagamaan yang hancur akibat kebakaran. Mauludin mengungkapkan rencana untuk mengajukan permohonan bantuan kepada PT Antam.
"Musibah kebakaran yang menimpa pondok pesantren, kami akan mengajukan bantuan ke PT Antam,” ucapnya.

