CIGOMBONG, (BS) – Pasca dibobolnya sebuah konter handphone bernama Najmal Cell di Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Senin (12/08) sekitar pukul 22.00 wib, Ade Suryana, korban pencurian (32) mendapatkan notifikasi dari aplikasi pelacak yang terpasang diperangkat miliknya.
Alat pelacak tersebut menunjukan signal aktif dan titik lokasi dimana keberadaan salah satu smartphone miliknya yang digasak pencuri pada Minggu (11/08) dini hari lalu.
Setelah yakin signal GPS yang dipancarkan smartphone miliknya itu tetap berada pada satu titik, Ade Suryana segera menghubungi anggota Kepolisian Sektor Cijeruk melalui pesawat teleponnya, dengan maksud ingin meminta pihak kepolisian segera mendatangi lokasi tersebut bersamanya. Namun setelah beberapa lama, tidak satu orangpun petugas yang dapat dihubungi. Hingga akhirnya Ade bergegas untuk datang langsung ke Kantor Polsek Cijeruk.
“Awalnya signal salah satu smartphone sy yang dicuri itu terlacak di perangkat saya ada daerah Cijeruk, dan masih menggunakan akun saya. Tapi gak lama kemudian mati. Tadi pas saya cek lagi signal di smartphone itu nyala lagi dan masih tetap di titik yang sama, cuma akunya udah ganti nama”,ujar Ade, kepada tim piket reskrim Polsek Cijeruk, Senin (11/08) sekitar pukul 22.00 wib.
Beberapa lama kemudian, satu anggota reskrim Polsek Cijeruk bersama sipil pembantu, serta Ade yang didampingi juga oleh tetangganya, meluncur menuju wilayah Cijeruk, sesuai panduan pada pelacak elektronik milik Ade.
Sesampai di titik tujuan, sekitar pukul 11.30 wib, terdapat beberapa rumah warga yang tampak sepi. Tapi notifikasi pada perangkat pelacak milik Ade signal smartphone milik Ade yang dicuri terpantau masih aktif dan berada tepat di tempat mereka berada.
Setelah beberapa lama memantau situasi sekitar, anggota Reskrim Polsek Cijeruk memutuskan untuk melanjutkan penelusuran keberadaan smartphone milik Ade besok (hari ini, red).
“Ini kan sudah tengah malam, gak mungkin kita ketuk satu – persatu rumah warga yang ada disini. Lebih baik kita lanjutkan lagi besok”, kata anggota Reskrim Polsek Cijeruk.
Tampak jelas kekecewaan di raut wajah Ade setelah mendengar keputusan anggota Reskrim Polsek Cijeruk tersebut. Tapi apa mau dikata, bersamaan dengan itu perangkat pelacak milik Ade mendadak mati kehabisan daya.
“Sejujurnya saya kecewa, karena sudah jelas smartphone saya itu jelas terlacak ada di titik itu. Saya khawatir besok posisinya udah berpindah tempat ke daerah yang lebih jauh, atau bahkan tidak terlacak lagi. Padahal Babinsa setempat juga udah ada di lokasi tinggal ditelpon, eh hp sayanya malah keburu mati”, keluhnya.

