BOGOR, (BS) – Padepokan Buana Raksa Budaya Padjajaran merayakan milangkala atau ulang tahun ke-11 di Kampung Kopo, Malasari, Kecamatan Nanggung, Senin (18/8/2025).

Pimpinan Padepokan, Suryati atau yang akrab disapa Uchu, mengakui perjalanan melestarikan seni bela diri pencak silat tidaklah mudah.

“Sempat padam, hingga akhirnya kami bangkit kembali di tahun 2014. Waktu itu, baru sekitar 20 orang yang tampil memeriahkan HUT RI, dan dari situlah perjalanan baru dimulai,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat leluhur menjadi sumber kekuatan untuk terus menghidupkan kembali padepokan tersebut. Rangkaian acara milangkala diisi dengan berbagai kegiatan.

Diawali dengan ziarah ke makam leluhur (karuhun) bersama para kasepuhan sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan restu agar perjuangan melestarikan pencak silat senantiasa diberkahi.

“Ziarah ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan dan permohonan restu agar perjuangan melestarikan pencak silat terus diberkahi,” jelas Uchu.

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan ngariung, nadar, dan manakib sebagai wujud syukur atas perjalanan 11 tahun padepokan, serta doa untuk para karuhun dan pahlawan kemerdekaan.

Rangkaian acara ditutup dengan hiburan komedi yang menghadirkan para pemeran sinetron Dunia Terbalik, seperti Pedro (Ujang Kusnadi), Sape’i, hingga Bos Idan.

Selain itu, latihan pencak silat di Padepokan Buana Raksa Budaya Padjajaran tidak hanya diikuti warga setempat, tetapi juga masyarakat dari desa tetangga hingga luar daerah seperti Jampang dan Sukabumi.