Bogor (BS) — Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan proses pembebasan lahan pembangunan jalan Rancabungur–Leuwiliang dilakukan secara bertahap guna menghindari potensi persoalan hukum dan administrasi di kemudian hari.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, meski tahapan administrasi pembebasan lahan telah dimulai sejak awal tahun 2025, Pemkab Bogor memilih bersikap hati-hati dengan tidak memaksakan pembayaran di akhir tahun anggaran.
“Daripada menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari, kami memilih memundurkan pembayaran ke awal tahun. Ketua tim pembebasan lahan adalah Wakil Bupati, dan anggarannya akan dialokasikan kembali pada awal 2026,” ujar Rudy di Gedung SBS Venue Premier, Leuwiliang, Rabu (17/12/2025).
Rudy menjelaskan, pemerintah daerah masih memberikan waktu sekitar 14 hari ke depan untuk merampungkan seluruh proses administrasi pembebasan lahan. Apabila dalam tenggat tersebut belum selesai, maka pembayaran dipastikan dilakukan pada awal tahun 2026.
Sebagai tahap awal, Pemkab Bogor telah menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar. Namun, dana tersebut belum mencukupi untuk menyelesaikan keseluruhan kebutuhan pembebasan lahan proyek tersebut.
“Anggaran Rp50 miliar itu baru tahap awal dan belum bisa menyelesaikan seluruh pembebasan lahan,” jelasnya.
Oleh karena itu, pembangunan jalan yang direncanakan sebagai jalur khusus angkutan barang dan aktivitas pertambangan akan dilaksanakan secara bertahap pada setiap tahun anggaran.
Meski demikian, Rudy tetap optimistis proyek strategis tersebut dapat diselesaikan secara menyeluruh dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp100 miliar.
“Mudah-mudahan jalan khusus angkutan barang dan tambang ini bisa tuntas dengan total anggaran sekitar Rp100 miliar,” pungkasnya. (Dery)

