Bogor, (BS) – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) turun langsung menemui massa aksi di Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026) sore. Keduanya tiba sekitar pukul 16.00 WIB dan berdialog dengan ribuan warga yang sejak siang hari menggelar unjuk rasa.

Di hadapan massa, Rudy memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah konkret untuk merespons tuntutan warga, terutama terkait pencairan bantuan sosial (bansos) dan penanganan dampak aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat.

Rudy menyampaikan, keputusan pencairan bansos bagi warga terdampak telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat beberapa hari sebelumnya. Dari data awal sekitar 6.000 penerima manfaat, jumlah tersebut ditambah menjadi sekitar 15.000 penerima.

“Pencairan paling cepat Rabu dan paling lambat Kamis pekan depan. Selisihnya hanya satu hari,” kata Rudy.

Selain bansos, Rudy menegaskan pembangunan jalan khusus angkutan tambang bukan kebijakan reaktif akibat aksi demonstrasi. Menurutnya, proses perencanaan telah berjalan sejak 2025 dan anggarannya telah dimasukkan dalam APBD Kabupaten Bogor Tahun 2026, khususnya untuk pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan akan mulai berjalan tahun ini. Ini bukan keputusan mendadak,” tegasnya.

Rudy juga menyebut Wakil Bupati Ade Ruhandi sejak 2025 telah ditunjuk sebagai ketua tim pembebasan lahan jalan khusus angkutan tambang.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor menjadwalkan pemanggilan seluruh pengusaha tambang di wilayah Rumpin dan Cigudeg. Pertemuan tersebut akan digelar di Pendopo Bupati Bogor pada Selasa sore.

“Setelah bansos cair, perwakilan masyarakat akan difasilitasi untuk beraudiensi dengan Gubernur Jawa Barat, terutama terkait tuntutan pembukaan tambang dan dua sumbu,” ujar Rudy.