BOGOR, (BS) - Masyarakat Kasepuhan Jatake Nutug, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung konsisten merawat dan menjaga 
tradisi Ngalokat Cai yang telah dilakukan secara turun-temurun.

Tokoh Kasepuhan, Abah Adih Gelar, 
menyampaikan arti 'Teteg Nincakna, Pageuh Ngeumingana' merupakan pepatah Sunda zaman dulu yang bermakna ajakan agar masyarakat tetap teguh mempertahankan budaya leluhur di tengah modernisasi.

Selain itu, dia menegaskan tradisi ini telah berjalan sejak lama.

“Kita jangan sampai terbawa arus zaman. Budaya warisan leluhur 
harus dipertahankan. Ini sudah berjalan ratusan tahun, dari nenek moyang Abah. Kakek Abah saja usianya sampai 150 tahun,” kata Abah Gelar sapaan akrabnya, Minggu (18/5/2025).

“Kalau alam sehat, lingkungan sehat, jiwa raga kita juga akan sehat. Harus sayang terhadap alam,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Yudi Santosa secara tegas pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga tradisi dan lingkungan.

“Kami pemerintah daerah, Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Tradisi ini adalah bentuk bagaimana masyarakat menjaga alam dan sumber daya air,” ucapnya.

Tradisi ini, sambungnya, tidak hanya soal budaya, tapi juga edukasi kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini harus terus didukung.

Sementara, Yosep yang dipercaya sebagai panitia acara menambahkan kegiatan Ngalokat Cai melibatkan komunitas pecinta alam, pelari gunung dan pesepeda.