Bogor — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga melakukan penanganan darurat pada saluran irigasi Cidurian–Sendung di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, menyusul kerusakan dan penyumbatan akibat tingginya curah hujan.

Penanganan dilakukan setelah saluran sekunder irigasi dilaporkan tertutup material tanah dan mengalami kerusakan di sejumlah titik, sehingga aliran air ke area persawahan warga sempat terganggu.

Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga, Esda Permana Lukman, mengatakan langkah darurat diambil agar distribusi air ke lahan pertanian tidak terhenti terlalu lama.

“Kami melaksanakan penanganan darurat sementara pada saluran irigasi Cidurian–Sendung di Kecamatan Jasinga. Meski kondisi hujan, pekerjaan tetap kami lakukan,” kata Esda, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan penanganan dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Sebanyak 10 personel dikerahkan untuk membersihkan sumbatan sekaligus memperkuat bagian saluran yang mengalami kerusakan.

Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas menggunakan peralatan sederhana seperti pacul serta karung berisi tanah untuk menahan laju air pada titik saluran yang jebol. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah sementara guna mencegah kerusakan semakin meluas.

“Penanganan darurat ini dilakukan di wilayah Desa Cikopomayak. Meski bersifat sementara, langkah ini cukup efektif untuk menjaga stabilitas aliran air,” ujarnya.

Pasca penanganan, aliran air dilaporkan kembali normal dan sudah masuk ke jaringan irigasi yang mengairi persawahan warga. Kondisi tersebut memberikan kepastian bagi petani yang sebelumnya khawatir akan terganggunya suplai air.

UPT Infrastruktur Irigasi Wilayah V Jasinga menyatakan akan terus melakukan pemantauan, khususnya selama musim hujan dengan intensitas tinggi, guna mengantisipasi potensi kerusakan lanjutan pada jaringan irigasi.